BUMIJAWA

Village Profile

Desa Batumirah

Batumirah adalah sebuah desa di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini dikenal sebagai desa pegunungan di lereng Gunung Slamet yang kuat dalam sektor pertanian, pembibitan sayur, kopi khas, dan jalur menuju Bukit Cepu.

Pemandangan jalan dan pegunungan Batumirah
Gang desa Batumirah dengan suasana pegunungan
Jalan utama Batumirah menuju kawasan perbukitan
Papan nama SD Negeri Batumirah 01
Gerbang Batumirah Sentra Sayur

Gambaran umum

Batumirah berada di kawasan pegunungan bagian selatan Kabupaten Tegal dan menjadi salah satu desa yang menonjol karena aktivitas pertanian sayur-mayur serta budaya hidup masyarakat lereng Gunung Slamet.

Jalur menuju desa ini juga menjadi penghubung penting ke arah Sigedong, dengan lanskap lahan perladangan, rumah-rumah warga, serta titik-titik pembibitan sayur yang tersebar di sepanjang jalan.

Sorotan utama

Lokasi geografis

Batumirah berada di kawasan pegunungan selatan Kabupaten Tegal, pada jalur penghubung menuju Sigedong dan wilayah-wilayah perladangan di lereng Gunung Slamet.

Mata pencaharian utama

Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, buruh tani, atau mengelola aktivitas pertanian dan perkebunan yang menjadi penopang ekonomi desa.

Potensi utama

Batumirah dikenal luas sebagai desa sentra sayur, dengan pembibitan dan sayuran panen di sepanjang jalan Batumirah menuju Sigedong.

Statistik kependudukan

Jumlah penduduk berkisar antara 4.124 hingga 4.503 jiwa.

Komposisi penduduk: laki-laki sekitar 2.159–2.346 jiwa dan perempuan sekitar 1.965–2.157 jiwa.

Jumlah kepala keluarga (KK) berada di kisaran 1.210–1.535 KK menurut catatan terbaru yang dirujuk.

Kepadatan penduduk diperkirakan mencapai sekitar 1.870 jiwa per kilometer persegi.

Geografis dan wilayah

Luas wilayah Batumirah sekitar 6,07 km², menjadikannya salah satu desa terluas keempat di Kecamatan Bumijawa.

Topologi wilayah didominasi kawasan perladangan dan lahan pertanian dataran tinggi.

Ketinggian wilayah mencapai sekitar 1.300 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cocok untuk tanaman pegunungan.

Batumirah menjadi jalur penting yang menghubungkan kawasan Bumijawa dengan Sigedong dan lingkungan pertanian di sekitarnya.

Ekonomi dan mata pencaharian

Komoditas utama meliputi kubis (kol), bawang daun, kentang, sawi, dan kopi yang dikelola bersama lahan perhutani.

Sepanjang jalan Batumirah menuju Sigedong, gubuk-gubuk pembibitan sayur menjadi pemandangan khas yang menandai aktivitas ekonomi harian warga.

Aktivitas pertanian ini dikelola produktif oleh sedikitnya lima kelompok tani aktif di Batumirah.

Kopi Batumirah dikenal sebagai produk khas lereng Gunung Slamet yang menjadi pelengkap reputasi desa sebagai wilayah agraris.

Pengalaman berkunjung

Desa ini menawarkan suasana perdesaan pegunungan yang sejuk, tenang, dan sangat lekat dengan aktivitas pertanian.

Bukit Cepu tetap menjadi salah satu titik yang sering dikaitkan dengan perjalanan dan lanskap desa pegunungan Batumirah.

Perjalanan ke Batumirah memberi gambaran langsung tentang kehidupan masyarakat lereng Gunung Slamet yang bergantung pada pertanian dataran tinggi.

Rute perjalanan menuju Batumirah

Dari pusat Bumijawa, perjalanan ke Batumirah bergerak ke arah perbukitan dan kawasan pertanian yang mengarah ke jalur Sigedong. Rute ini memperlihatkan dengan jelas lanskap pegunungan, kebun sayur, dan permukiman warga.

Jalan menuju desa ini cocok untuk pengunjung yang ingin melihat langsung aktivitas pembibitan sayur, lahan perkebunan, dan suasana desa pegunungan yang khas.

Agrowisata & kopi

Batumirah memiliki banyak pembibitan sayur di sepanjang jalan desa. Wisatawan dapat melihat proses budidaya, membeli sayuran segar, dan menikmati kebun kopi warga yang tumbuh di ketinggian lereng Gunung Slamet.

Kopi Batumirah dikenal di kalangan penikmat kopi lokal dan kerap hadir di kedai kopi di Slawi serta Tegal.

Bukit Cepu

Bukit Cepu di Dusun Krajan adalah spot dataran tinggi yang menampilkan panorama hijau berlatar Gunung Slamet. Lokasinya pernah menjadi perhatian nasional saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung pada tahun 2013.

Saat ini suasananya masih sederhana dan tenang, cocok untuk hiking santai, bikepacking, atau sekadar menikmati udara pegunungan.

Tips berkunjung